Minggu, 03 Juni 2018

Green Supply Chain Management (GSCM)


Hasil gambar untuk green supply chain management
Ilustrasi. Sumber: https://tinyurl.com/ybe2udmn


Pada tulisan-tulisan sebelumnya saya telah membahas mengenai Supply Chain Management (SCM) Rantai pasok atau Supply chain merupakan proses manaufaktur yang terstruktur dari penerimaan bahan baku hingga pembentukan produk akhir hingga distribusi, melibatkan pihak luar dan dalam.
Pada Green Supply Chain Management (GSCM), proses supply chain diarahkan terhadap kepedulian dengan lingkungan sekitar, namun secara ekonomi masih dipedulikan. Keuntungan dari melakukan GSCM adalah lebih merawat lingkungan. Namun bila sudah terbiasa dengan sistem supply chain sebelumnya dan ada ketergantungan pada hal tersebut maka kemungkinan untuk berganti ke GSCM kecil.

GSCM sendiri jika ingin diterapkan harus memiliki perencanaan yang baik agar produk yang dihasilkan tidak salah. Teknisi dari perusahaan yang akan menerapkan GSCM pun harus mengerti dan paham di bidangnya (setidaknya mengerti tentang ISO 14001 dan 14031 di Indonesia). GSCM harus dimulai dari manajemen lingkungan internalnya agar terwujud secara merata hingga keluar. Contoh: meeting yang dilakukan secara online sehingga tidak perlu bertemu dan mengurangi emisi gas dan polusi udara dari kendaraan yang dipakai. Manajemen lingkungan internal yang harus diaudit secara berkala terdiri dari:
a.    green purchasing: pembelian online
b.    cooperation dengan customer: contoh, konsumsi minuman dengan botol kaca ketika sudah selesai dikonsumsi, botol dapat dikembalikan ke perusahaan untuk didaur ulang. Secara tidak langsung konsumen akan lebih efektif dalam melakukan pembelian dan tidak wasting.
c.    eco design: energi dan bahan baku (diusahakan 3R dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya) yang digunakan seseefisien mungkin.
d.    investment recovery: contoh, ketika mempunyai suku cadang berlebih, maka kita dapat menjual lagi dengan harapan menjadi investasi bagi perusahaan, namun harga jualnya tidak terlalu tinggi  sehingga tidak dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian utama.

Aspek GSCM sangatlah penting untuk diterapkan, pengaruhnya tidak langsung dan secara beruntutan dan harus didukung organisasi, dan dilakukan secara bertahap dari internal,  Terdapat perbedaan antara GSCM dengan Sustainable Supply Chain Management (SSCM): SSCM terdapat aspek sosial, ekonomi dan lingkungannya. Sementara GSCM hanya mengarah ke ekonomi dan lingkungan,
Penerapan GSCM terkesan sulit dan untung yang dihasilkan tidak signifikan. Namun perusahaan yang menerapkan GSCM biasanya lebih mendapat kepercayaan dari konsumen. Award-award mengenai lingkungan yang telah didapatkan oleh perusahaan yang menerapkan GSCM membantu meningkatkan penjualan produk mereka. Hal ini juga dapat digunakan sebagai ‘senjata’ dalam melawan kompetitor yang bergerak di bidang yang sejenis. GSCM juga lebih mengikuti tren konsumen yang mentumakan kepedulian akan lingkunan dan manusia. Untuk itulah GSCM ada dalam dunia industri. Dengan adanya GSCM maka profit dan benefit cenderung lebih besar didapat, namun lingkungan akan terjaga senantiasa. Sekian untuk tulisan kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar