Sabtu, 29 September 2018

Yuk Intip Pengolahan Ikan di Honolulu Fish Processing Co!


Hawaii coral reef fish
Ilustrasi. Sumber: https://tinyurl.com/yase93x3
            Bumi kita menyimpan sangat banyak kekayaan alam yang sangat melimpah. Salah satunya adalah Honolulu yang merupakan ibu kota negara bagian Hawaii, Amerika Serikat yang terletak di tengah Samudera Pasifik dan terletak di bagian paling utara Pasifik. Iklim di kepulauan Hawaii adalah subtropis lembab. Komoditas perikanan menjadi salah satu sumber perekonomian Kepulauan Hawaii karena sekelilingnya merupakan wilayah perairan Pasifik. Makanan laut telah menjadi pokok makanan yang penting dalam pola makan masyarakat Hawaii sejak kedatangan pelayaran Polinesia, yaitu pada tahun 300 setelah Masehi.
            Ada banyak sekali tempat pengolahan ikan di Honolulu. Salah satunya adalah Honolulu Fish Processing Co. yang menyediakan berbagai jenis ikan seperti ikan big eye tuna (Thunnus obesus), ikan gindara (Lepidocybium flavobrunneum), dan ikan salmon Chinook (Oncorhynchus tshawytscha). Terdapat 2 jenis filet ikan yang dijual di sana, yaitu Natural cut yang filet Ikannya masih memiliki kulit dan bloodline, dan Signature cut yang filet ikannya masih memiliki kulit dan dibersihkan bagian bloodline-nya.
         Ikan yang diolah adalah ikan segar dan ikan beku. Penanganan yang lambat pada ikan segar dan beku akan memengaruhi tingginya nilai histamin didominasi oleh bakteri gram negatif. Histamin dapat mengakibatkan terjadinya keracunan Histamine Fish Poisoning (HFP) apabila histaminnya terdapat 200 mg/kg. Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti gatal, kulit kemerahan, mual, muntah, dan diare. Rigor mortis pada ikan dihindari karena memengaruhi tekstur ikan sehingga menjadi keras dan tidak lagi elastis. Rigor mortis dapat diperlambat dengan penyimpanan pada suhu dingin. Selain karena rigor mortis, kerusakan ikan dapat dipicu dari senyawa TMAO (trimetilaminoksida) yang menjadi TMA (trimetilamin) dan formaldehida. TMA merupakan penyebab bau busuk ikan.
           Dalam pengolahan ikan segar, hal pertama yang dilakukan adalah pembersihan dan pemotongan. Langkah pertama yang dilakukan dalam pemotongan yaitu dengan memotong kepala terlebih dahulu. Selanjutnya, pisau ditusukkan ke dasar sirip dada dan dipotong ke arah punggung mengikuti garis operkulum (tutup insang). Organ dalam tubuh ikan juga harus dibuang, karena terdapat banyak bakteri pada organ yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi. Pembersihan menggunakan air juga dilakukan selama pemotongan untuk membuang sisa darah yang menempel pada daging ikan. Pemotongan dilanjutkan dengan pembentukan loin yang dilakukan secara manual dengan cara memotong daging ikan mulai dari ekor ke arah kepala mengikuti lateral line hingga daging kedua sisi ikan terpisah dari tulang punggungnya. Satu ekor ikan dipotong menjadi empat bagian loin. Daging gelap yang berada di sekitar garis lateral line dibersihkan bersamaan dengan sisa tulang di sekitarnya yang bertujuan untuk mengurangi kadar histamin, disebabkan oleh banyaknya bakteri berkumpul di mioglobin pada bagian daging gelap, serta mengurangi risiko oksidasi karena banyak kandungan mioglobin, lemak, dan glikogen. Kemudian dilanjutkan perapihan untuk membuang sisa daging hitam dan sisa-sisa kulit. Trimming juga dilakukan pada bagian tulang, sirip, sisa kulit, dan lemak.
         Selanjutnya, diberi proses  pengemasan berupa alat absorbent pad untuk menyerap cairan. Tingkat aktivitas air dapat dikontrol dengan absorbent pad yang diletakkan di bagian bawah ikan. Selain itu, ditambahkan 10k Cryovac® Bag yang berfungsi sebagai pengemas vakum ketat sehingga untuk mendinginkan bahan makan dengan cepat. Penggunaan bahan pengemas ini dapat mencegah kontaminasi silang, menjaga warna produk, mencegah freeze burn, dan mencegah dehidrasi pada permukaan. Ice gel merupakan medium pendingin yang bersifat reusable sehingga berpotensi untuk dikembangkan pada kemasan transportasi komoditas bahan pangan. Dalam memanfaatkan ice gel sebagai medium pendingin, perlu adanya kemasan agar suhu dingin tersebut tidak mudah keluar. Styrofoam merupakan salah satu kemasan yang dapat menahan suhu dingin yang disebabkan oleh sifat styrofoam yang tidak menghantarkan panas, mudah didapatkan, ringan, dan dapat dipakai berulang. Mylar bag memiliki sifat termal yang tinggi, karena memiliki permukaan mengkilat sehingga dapat memantulkan panas, cahaya, ultraviolet, energi inframerah kembali ke sumbernya. 
            Setelah ikan segar diolah dan sebelum dikonsumsi, biasanya ikan disimpan terlebih dahulu. Penyimpanan ikan dalam ruang pendingin merupakan salah satu metode pengawetan untuk mempertahankan kualitas ikan selama pengolahan dan penyimpanan. Penyimpanan pada suhu rendah dapat mencegah reaksi kimia dan biokimia yang tidak diinginkan, serta menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk. Setiap aspek dalam pengolahan ikan harus diperhatikan dengan baik agar tidak menyebabkan kualitas ikan menjadi buruk saat sampai ke konsumen. Bila ingin melihat bagaimana pengolahan ikan-ikan di Honolulu Fish Processing Co, dapat melihat video yang saya lampirkan di bawah ini. Sekian untuk tulisan kali ini.


Sabtu, 22 September 2018

Beberapa Budaya dan Makanan di Indonesia, Berikut 3 Faktanya!

Map of Indonesia showing the large islands of Sumatra, Borneo and New Guinea
Peta Negara Indonesia. Sumber: https://tinyurl.com/y96vro5l
Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Negara ini juga memiliki banyak suku dan budaya. Antara budaya dan kebiasaan pangan merupakan kedua hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling memengaruhi secara timbal balik. Ada banyak sekali fakta-fakta menarik yang saya yakin sebagian besar pembaca belum dapat mengetahui dengan benar, bahkan sama sekali belum diketahui atau didengar sebelumnya. Berikut akan saya sajikan 3 fakta yang berhubungan dengan budaya dan makanan di Indonesia.

  1. Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu barat, tengah, dan timur. Semakin ke arah barat bumbu yang digunakan untuk mengolah makanan semakin beraneka ragam. Hal ini disebabkan oleh dekatnya daerah-daerah tersebut dengan lautan Hindia sehingga terjadi akulturasi budaya di sana. Sebaliknya dengan wilayah timur, bumbu yang digunakan kurang beraneka ragam atau hanya itu-itu saja. Namun soal selera, tentunya orang-orang memiliki preferensi yang berbeda-beda.

  1. Di Aceh, ada 39 jenis rempah yang bermacam-macam, mulai dari rempah umum seperti garam sampai rempah yang kurang ‘sreg’ di telinga seperti ganja. Ganja akan menimbulkan zat aditif atau efek psikotropika bila dihirup langsung atau sebagai tambahan dalam rokok. Tapi kalau dimakan tidak akan menimbulkan efek negatif bila dikonsumsi dengan wajar. Perbedaan ini disebabkan oleh indra yang menangkap rangsangan. Bila menghirup memakai hidung dan sampai ke organ pernafasan, maka memakan menggunakan lidah dan sampai ke organ pencernaan.

  1. Pada masa penjajahan Belanda Pangeran Diponegoro memberontak melawan pihak Belanda. Singkat cerita 40 orang pengawal Diponegoro dibuang ke Sulawesi Selatan yang mayoritasnya beragama Kristen. Di sana, ada satu kampung yang bernama Kampung Jawa yang berisi keturunan 40 Pengawal Diponegoro yang mana sebagian dari mereka ada yang kawin mengawin dan ada yang melakukan perpindahan agama. Mereka semua tentunya fasih berbahasa Jawa. Akibatnya budaya makanan di sana juga tercampur karena pertemuan dari pengawal-pengawal Diponegoro dengan orang-orang di sana.

Demikian 3 fakta yang saya bagikan. Semoga dapat berguna bagi kita semua. Sekian untuk tulisan kali ini. Terima kasih.

Sabtu, 15 September 2018

Yuk Intip Kecanggihan Teknologi Masyarakat Danau Tondano!


Hasil gambar untuk masyarakat danau tondano
Danau Tondano, Sulawesi Utara. Sumber: https://tinyurl.com/ybr9sd2h
         Indonesia menyimpan kekayaan alam yang sangat melimpah. Di 34 provinsi di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri soal sumber dayanya. Salah satu daerah di Indonesia, yaitu Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di sekitar Danau Tondano terdapat nira aren dengan jumlah yang melimpah. Awalnya kelapa nira aren dipakai untuk membuat tuak. Tuak adalan minuman fermentasi beralkohol yang berasal dari nira. Hal itu awalnya sudah melekat menjadi kebiasaan. Tuak yang sudah jadi dijual di dalam botol untuk minum. Tujuan awalnya ya memang untuk mabuk-mabukan. Singkat cerita keadaan ingin dibuat lebih tertib. Orang-orang lokal  di sana diberi pengayaan atau pelatihan sehingga memiliki proses perubahan makanya mau dibuat lebih tertib. Makanya nira aren yang tadinya dibuat tuak dikonversi menjadi produk gula merah. Pembuatannya terbilang cenderung sederhana. Pertama batang dituang dan hingga keluar air gulanya. Setelah itu, gula dipanaskan hingga konsentrasi 20 persen. Jumlah gula sdemikian dapat menghasilkan etanol dan sirup. 
      Bila gula dimasukkan ke fermentor dan diberi yeast dapat menghasilkan bioetanol. Bioetanol dapat digunakan sebagai energi. Sebenarnya selain kelapa aren banyak sumber daya alam yang tersedia. Hal itu dapat mendukung atau menyokong komunitas lokal. Selain penghasil tuak, bioetanol, dan gula merah, juga terdapat instalasi biogas, pupuk. Limbah pun segera diolah misal limbah minyak dapat dipakai untuk menggoreng. Hal ini berujung kepada zero waste sustainable. Zero waste dapat dibilang aksi, pedoman, visi, prinsip dll. Intinya dengan adanya zero waste masa depan daerah tersebut akan tergolong baik karena limbah yang dihasilkan akan seminimal mungkin. Bila limbah dihasilkan limbah akan diolah lagi dan dipakai lagi. Namun, yang terpenting adalah kemauan dan tanggung jawab masing-masing individu. Tidak hanya masyarakat di Danau Tondano, tetapi juga seluruh masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Jadi tunggu apalagi sobat, ayo manfaatkan sumber daya di Indonesia agar kita dapat menjadi bangsa yang mandiri. Namun, penggunaannya harus diiringi dengan rasa tanggung jawab ya. Sekian dulu untuk tulisan kali ini. 

Sabtu, 08 September 2018

10 Faktor yang Memengaruhi Kebiasaan Makan, Nomor 9 Unexpected banget!



Hasil gambar untuk kebiasaan makan
Ilustrasi. Sumber: https://tinyurl.com/ybfue36s
Makan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Makanan dapat memenuhi kepuasan emosional dan kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Dengan melakukan kegiatan ini, kita juga mampu mempererat hubungan sosial antara teman maupun keluarga. Dalam memilih makanan maupun minuman yang akan dikonsumsi, pilihan tersebut cenderung dipengaruhi oleh kebiasaan makan individu masing-masing. Kebiasan makan tidak hanya menjelaskan  bagaimana piluhan makanan, namun bagaimana pengolahan makanannya dan sebagainya. Ada banyak sekali kebiasaan individu akan menentukan pilihan. Berikut faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan makan seseorang:
1.       Agama:
Di beberapa aliran agama Buddha penganutnya menganut diet vegetarian yang berarti secara garis besar tidak boleh memakan hewani. Begitu pula dengan penganut agama Islam yang tidak makan Babi dan penganut agama Hindu tidak makan sapi. Kebiasaan makan seperti ini cenderung menimbulkan keterpaksaan terkadang. Namun, untuk penganut yang taat tidak akan merasa terpaksa karena memang sudah kewajiban individu masing-masing.
2.       Ekonomi:
Faktor ini merupakan skala besar dari faktor kesejatreraan. Bila perekonomian lebih baik, maka pola makannya cenderung akan lebih baik. Contoh pola makan di Jepang lebih baik Zimbabwe, Fiji, Samoa dll.
3.       Suku/bangsa:
Kebiasaan makan di setiap bangsa berbeda-beda. Ada beberapa negara yang mangkoknya tidak boleh diangkat. Contoh lain adalah negara kita sendiri Indonesia. Di Indonesia makan tidak boleh sendaw karena tidak sopan. Namun, kalau di Jepang sehabis makan harus sendawa agar menghargai pemasak makanan di sana. Hal itu berarti penegasan bahwa makanan yang dimakan enak.
4.       Lingkungan/keluarga:
Lingkungan yang berbeda dan keluarga yang berbeda akan menghasilkan kebiasaan makan yang berbeda. Contoh orang Batak memotong anjing secara biasa, namun orang Manado mematikan anjing dengan merendam dalam air sampai mati untuk diolah sebagai makanan.
5.       Geografis:
Letak geografis akan memengaruhi kebiasaan makan. Hal itu disebabkan oleh ketersediaan bahan makanan yang akan diolah juga. Contoh masyarakat yang tinggal di pesisir biasanya gemar mengonsumsi ikan. Masyarakat yang tinggal di hutan biasanya gemar memakan sayuran dan hewan buruan. Keterpaksaan geografis terkadang mengakibatkan orang merubah perilaku makannya.
6.       Kebutuhan khusus:
Kebutuhan khusus beberapa orang akan mengubah perilaku makannya. Contohnya alergi terhadap nasi, gluten pada tepung terigu (celiac disease), alergi pada gula susu (lactose intolerance) dan sebagainya. Orang yang sakit diabetes dan sakit jantung memiliki beberapa pantangan makanan seperti tidak boleh mengonsumsi makanan manis alami dan makanan berlemak secara berlebihan, bahkan tidak boleh mengonsumsi sama sekali tanpa toleransi.
7.       Pendidikan:
Orang yang berpendidikan dengan orang yang kurang berpendidikan dapat memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Orang yang berpendidikan akan sadar kesehatan dengan tidak sembarangan memakan dengan tangan dan harus mencucinya dengan air mengalir dan sabun atau sanitizer. Semakin tinggi pendidikan maka individu akan semakin selektif dalam memilih makanan.
8.       Usia:
Usia seseorang akan memengaruhi kebiasaan makan mereka. Contoh anak kecil dengan umur tertentu belum dapat memakan nasi. Begitu pula dengan lansia yang makanannya dibatasi.
9.       Teknologi:
Teknologi di bidang pangan semakin berkembang pesat. Contoh es krim yang memakai nitrogen cair yang didinginkan, agar es tidak mudah meleleh. Kekayaan teknologi di bidang pangan akan menambah ragam kebiasaan makan setiap kaum. Pasti tidak sadar kan dengan faktor yang satu ini..
10.   Kesejahteraan:
Kesejahteraan sangat berkaitan dengan kebiasaan makan. Misalnya seseorang yang hidupnya masih sederhana gemar memakan bakso dan jagung bakar di pinggir jalan. Namun, hal itu mungkin tidak akan dilakukan lagi ketika orang tersebut sudah cukup mapan dan bergengsi.  Kesejahteraan yang baik dapat membuat orang mengonsumsi makanan dengan harga yang wah! Contoh lain jajaran tinggi perusahan yang gemar mengonsumsi sup pipi ikan karena dagingnya mahal supaya terlihat gengsinya di depan orang lain.
Melihat ada cukup banyak faktor-faktor di atas, maka faktor-faktor tersebut akan berpengaruh nantinya di masa depan. Faktor-faktor tersebut akan diturunkan terus dari generasi ke generasi. Hal itu tentunya akan berubah menjadi budaya makanan yang akan melekat dan menjadi kearifan lokal. Sekian untuk tulisan saya kali ini, terima kasih.


Sabtu, 01 September 2018

10 Jenis Kuliner di Indonesia yang Harus Kamu Tahu!



Hasil gambar untuk food culture
Ilustrasi. Sumber: https://tinyurl.com/y7kffzck

Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari berbagai macam suku dan ras. Maka dari itu, keberagaman budayanya begitu banyak jenisnya. Mulai dari tari-tarian, alat musik, rumah adat, ritual tertentu hingga kuliner-kulinernya. Ada berbagai macam jenis kuliner di Indonesia. Berikut 10 jenis kuliner yang biasa kita lihat di berbagai daerah yang tersebar di nusantara kita:
  1. Bakcang: makanan yang biasanya berisi daging, namun juga berisi bersama sayuran. Lapisan luarnya biasanya terbuat dari beras atau beras ketan. Untuk bagian dalam biasanya terdapat daging, jamur, udang kecil, seledri, jahe, kuning telur asin. Bakcang berasal dari Tiongkok Utara dan Tiongkok Selatan yang tentunya memiliki karakteristik yang berbeda.
  2. Lepet: merupakan makanan yang berasal dari daerah Jawa yang berbahan dasar ketan dan dilapisi daun kelapa, serta diberi kacang merah hijau di dalamnya.
  3. Bestik Solo: merupakan cikal bakal lahirnya makanan bistik, memiliki karakteristik berkuah dan di dalamnya terdapat irisan daging dan sedikit sayur. Makanan yang berasal dari Solo ini juga diadaptasi dari steak.
  4. Rawon: merupakan sup hitam berdaging menggunakan bumbu khas kluwek pake terasi dan asem, serta telur asin. Biasanya dihidangkan dengan nasi, bawang bombai, bawang goreng, kerupuk udang, taoge. Berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  5. Brenebon: merupakan sup kacang merah. Pembuatannya mengharuskan kacang merah diberi proses perendaman satu malam agar kacang lebih siap untuk diolah pada pengolahan selanjutnya. Makanan berkuah ini berasal dari Minahasa.
  6. Kaledo: merupakan sup dari tulang kaki atau iga yang dimakan pakai ubi singkong rebus. Kaledo merupakan kepanjangan dari Kaki Lembu Donggala. Donggala merupakan nama masyarakat di daerah Palu, Sulawesi Selatan.
  7. Naniura: merupakan sushi dan atau sashimi Indonesia yang berbahan dasar ikan mas tanpa dimasak maupun ikan mas goreng kering. Berasal dari Sumatera Utara, Medan, Tapanuli Utara.
  8. Klappertart: merupakan kue khas Manado yang terakulturasi dengan budaya Belanda. Klappertart berbahan dasar susu, mentega, kelapa, tepung terigu, dan telur.
  9. Siomay: Makanan yang berbahan dasar tepung dan atau sagu sebagai kulitnya, dan di dalamnya terdapat daging babi, ayam, udang dll. Siomay sendiri berasal dari kebudayaan Tionghoa.
  10. Soto betawi: Makanan yang menggunakan campuran santan dan susu. Di dalamnya sama seperti beberapa soto lainnya menggunakan daging dan jeroan. Sesuai namanya soto ini berasal dari Betawi.

      Meski hanya 10 contoh kuliner yang saya sajikan, namun sudah cukup terlihat bukan keragaman kuliner ibu pertiwi kita. Sekian dulu ya untuk tulisan kali ini. Terima kasih ya.