Sabtu, 27 Oktober 2018

Makanan Negeri Amerika, Seperti Apa Sih?

Ilustrasi. Sumber: https://tinyurl.com/ychovbcg
Negara Amerika dikenal karena penduduknya memiliki kebiasaan membawa bekal makan siang. Tercatat pada tahun 2007, 8 miliar orang Amerika membawa bekal saat bepergian dan berhasil menghemat pengeluaran mereka.  Sebenarnya produk-produk agrikultur di Amerika ditopang oleh sistem pertanian modern. Pertanian modern terus berkembang karena adanya kemajuan teknologi, seperti sensor, perangkat, mesin dan teknologi informasi. Selama bertahun-tahun, perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi memberi keuntungan bagi para petani dengan meningkatkan produksi pertanian. Navigasi otomatis merupakan salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk memastikan proses yang lebih akurat, arah dan jarak, serta meningkatkan akurasi pekerjaan. Selain itu, juga dapat mengurangi duplikasi pekerjaan, mempercepat waktu pekerjaan, dan mengurangi beban kerja operator. Crop sensor membantu petani dalam pemberian pupuk secara efektif dan memaksimalkan penyerapan. Sensor memberi tahu berapa banyak pupuk yang perlu digunakan. Sensor optik dapat melihat berapa banyak pupuk yang dibutuhkan tanaman berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan kembali ke sensor. Berbagai macam teknologi itu mendorong terciptanya berbagai produk. Ada berbagai makanan atau pelengkapnya yang sering dikonsumsi oleh orang Amerika.

Peanut Butter
Peanut butter bersifat creamy dan crunchy karena memakai kacang Valencia. Secara umum cara membuatnya adalah mengupas kulit kacang, dipanggang, mengupas kulit ari, lalu digiling hingga hancur, dan dikemas. Proses roasting menyebabkan terjadinya penguapan air, pembentukan warna, dan pembentukan komponen flavor pada kacang. oleh senyawa volatil dari reaksi non enzimatis seperti reaksi Maillard, karamelisasi, dan oksidasi lemak. Asam amino, gula pereduksi, dan lemak merupakan senyawa penting yang terkandung pada kacang mentah yang berperan membentuk flavor pada saat proses roasting. Senyawa tersebut merupakan prekursor pirazin, karbonil, sulfur, dan senyawa lainnya yang membentuk flavor kacang. Pirazin adalah senyawa yang paling berperan dalam pembentukan karakteristik flavor “nutty” pada kacang dan terbentuk dari hasil reaksi antara asam amino dan gula pereduksi pada reaksi Maillard. Peanut butter merupakan produk olahan kacang yang melewati proses grinding hingga dihasilkan pasta kacang. Proses grinding  menyebabkan keluarnya minyak pada kacang yang dapat berkumpul di permukaan produk peanut butter. Pada proses pembuatan peanut butter komersial seringkali ditambahkan dengan stabilizer yaitu hydrogenated oil yang berfungsi mencegah terpisahnya minyak dan padatan pada peanut butter. Proses hidrogenasi akan meningkatkan titik leleh minyak kacang sehingga berbentuk padat pada suhu ruang yang menyebabkan peanut butter yang ditambahkan dengan hydrogenated oil dapat disimpan pada suhu ruang dan mencegah terpisahnya minyak yang dapat memicu reaksi oksidasi lemak.

Jelly

Jeli adalah makanan kental atau semi-solid yang merupakan campuran dari jus buah dan gula yang cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya. Faktor yang memengaruhi jeli adalah konsentrasi pektin, tingkat keasaman, dan konsentrasi gula. Pektin berkontribusi terhadap integritas jaringan dan kekakuan yang dapat menjadi thickening agent dan penstabil. Penambahan pektin pada pembuatan jeli memerlukan waktu yang lebih singkat dalam proses pemasakan, dan menghasilkan jeli yang memiliki flavor buah lebih kuat. Jika pektin terlalu banyak pada buah yang tidak matang, maka akan menghasilkan tekstur yang terlalu kaku, kental, atau bergranula. Pemasakan yang terlalu lama dengan suhu rendah, dapat mendidihkan air tanpa merusak pektin atau suhu terlalu tinggi dalam waktu pemrosesan yang lama dan tanpa pengadukan, akan menghasilkan jeli yang terlalu kaku. Jus-jus yang digunakan dapat difortifikasi asam askorbat atau vitamin C. Salah satu perusahaan di USA yaitu Welchs grape jelly memakai anggur jenis kawin silang yang manis dan tahan terhadap dingin. Cara  pembuatan dari jeli anggur adalah jus anggur direbus kemudian ditambahkan pektin. Setelah itu, wadahnya dipanaskan sebelum jeli masuk ke wadah, setelah jar dipanaskan kemudian produk dimasukkan dan dikemas.

Aseptic Packaging
Aseptic packaging didefinisikan sebagai pengisian produk yang sudah steril ke dalam kemasan yang sudah aseptis sehingga dapat menghindari kontaminasi yang menyebabkan dapat menambah masa simpan dari produk tersebut. Tipe-tipe aseptic packaging adalah carton boxes, bags and pouches, cups and trays, bottles and jar, metal cans, dan composite cans. Aseptic packaging yang paling populer adalah tetrapak. Tetrapak mempunyai 6 lapisan yang terdiri dari 3 bahan, yaitu polietilen, kertas, dan aluminium. Lapisan pertama merupakan polietilen yang berguna untuk menjaga kelembaban, lapisan kedua merupakan kertas untuk stabilitas dan kekuatan, lapisan ketiga adalah polietilen sebagai perekat, lapisan keempat adalah aluminium yang berguna untuk mencegah masuknya oksigen dan cahaya sehingga dapat menjaga flavor, lapisan kelima adalah polietilen sebagai perekat, dan lapisan keenam adalah polietilen untuk mencegah masuk dan keluarnya cairan. Keuntungan dari teknologi aseptic packaging adalah masa simpan produk lebih lama pada saat suhu normal. Aseptic packaging produk dan kemasan dilakukan pada dua tahap yang berbeda, pada produk di lakukan proses HTST sendiri dan kemasan dilakukan sterilisasi sendiri. Produk yang telah melalui proses HTST dilakukan pendinginan dan barulah dimasukkan ke dalam kemasan yang sudah steril dan disegel, selanjutnya dapat didistribusikan. Contoh produk aseptic packaging adalah jus, susu, cokelat dll

Wonder Bread, Goldfish, Twinkies
Pembuatan roti, cracker, dan sponge cake umumnya menggunakan bahan yang hampir sama. Campuran bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan 2 jenis adonan yang berbeda tergantung dari komposisi bahan tersebut. Dough merupakan adonan yang berisi lebih banyak tepung dibandingkan dengan air, sehingga adonan agak kaku dan dapat dibentuk dengan tangan. Batter merupakan adonan yang berisi lebih banyak air dibandingkan dengan tepung, sehingga menghasilkan adonan yang lebih cair. Roti seperti Wonder Bread, dibutuhkan jenis adonan yang dough, sehingga dihasilkan roti yang lembut dan mengembang. Sedangkan pada sponge cake seperti Twinkies, dibutuhkan jenis adonan batter untuk menghasilkan produk yang spongy. Produk goldfish merupakan inovasi Negara swiss 1959 yang mana dibuat tanpa keju cheddar namun dengan butter cookies Setelah itu, dibawa ke 1962 ke Amerika. Untuk membuat cracker seperti pada produk Goldfish, dibutuhkan jenis adonan dough untuk memudahkan proses pencetakan. Sehingga adonan dapat dibuat seperti layer tipis yang kemudian dicetak dan menghasilkan cracker yang renyah.
Pada proses pembuatan adonan roti berupa dough dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti Bulk Fermentation dan Chorleywood Bread Process (CBP). Bulk Fermentation merupakan metode pembuatan roti secara tradisional, sedangkan CBP merupakan metode pembuatan roti yang digunakan secara komersial dengan menggunakan pengadukan yang berkecepatan tinggi dan menggunakan bahan penolong sebagai pengembang. CBP biasa digunakan untuk skala di industri, karena CBP mempunyai kelebihan waktu proses sangat cepat, mengurangi space karena mempercepat proses fermentasi, dan kualitas produk lebih konsisten. Tetapi kelemahannya adalah membutuhkan ongkos yang besar, roti yang dihasilkan tidak sebagus kualitas dari Bulk Fermentation, penggunaan bahan kimia yang menjadi kendala terhadap konsumen. Sedangkan Bulk Fermentation kelemahannya adalah membutuhkan waktu pemrosesan yang lama dan membutuhkan tempat yang luas untuk resting dan kelebihannya adalah menghasilkan roti yang kualitasnya lebih baik dibandingkan metode CBP. Sekian untuk tulisan kali ini, bila ingin melihat lebih jelas dapat melihat di https://tinyurl.com/ybxpysrv .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar