Selasa, 15 September 2015

Mengapa Harus Ada Analisis Pangan?

Silabus Senin, 14 September 2015
           

Sumber: http://wulan_sadat12u.student.ipb.ac.id/files/2013/09/download.jpg


           










           
           Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai sumber zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Berbagai zat gizi dalam bahan pangan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu golongan makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak lalu golongan mikronutrien seperti vitamin, mineral dan zat lainnya. 
           Untuk mengetahui memeriksa berapa banyak kadarnya dalam suatu bahan pangan diperlukan pengujian terhadapnya. Analisis pangan adalah suatu penguraian dan pengukuran zat gizi di dalam bahan pangan. 

Mengapa kita harus melakukan analisis pangan?
- Diwajibkan BPOM. Dengan melakukan analisis pangan kita jadi tahu baik atau buruk suatu                  pangan.
- Penyantuman di label kemasan produk pangan. Hal ini bertujuan agar orang yang ingin membeli          produk bisa melihat analisis kimianya di label kemasan.
- Memastikan mutu produk sesuai dengan yang digunakan(misalnya seseorang ingin membentuk           massa otot di tubuhnya kemudian ia mencari susu tinggi protein, dengan adanya analisis kimia           orang  tersebut tahu berapa % kadar protein yang sesuai untuk pertumbuhan ototnya.
- Agar bisa melakukan pengembangan produk. (Research and Development).

Ada 3 cara pengujian bahan pangan:
  1. Kimia (misalnya suatu perusahaan rokok menggunakan tembakau sebagai bahan pokoknya.) Untuk itu perusahaan tersebut ingin memastikan mutu tembakau dengan cara mengukur berapa banyak tar, nikotin, kadar abu, kadar mineral dalam %.)
  2. Fisik (keras/lembek, mudah patah/tidak, cair/padat, gampang pecah/tidak)
  3. Sensoris (Dikepal menggunakan tangan apakah kering atau basah atau bisa juga mencium aromanya.)

Cara menguji kadar:
1.Air: 
-Dekstruktif: 
misalnya ingin melakukan pengujian kadar air dalam sebuah apel. Ukur massa apel itu                     kemudian masukkan kedalam microwave lalu panaskan. Setelah beberapa saat apel                           diambil keluar. Apel akan terlihat kering karena saat dipanaskan kandungan airnya menguap dan  
ukur massanya. Kemudian massa apel sebelum dipanaskan dikurangi dengan massa apel sesudah dipanaskan itulah kadar air yang terkandung dalam apel itu.      
          
-Non dekstruktif: 
dengan menggunakan moisture meter pertama-tama alat dikalibrasi kemudian                                        tempelkan bahan pangan ke moisture meter kemudian kadar air akan keluar.

Moisture meter
Sumber: http://img.diytrade.com/cdimg/658037/9092347/0/1287052014/Digital_Moisture_Meter.jpg













2.Mineral: 
makanan yang akan diuji dibakar sampai tersisa abunya. Kemudian ukur kadar abunya,                       kadar abu yang tersisa merupakan mineral karena seluruh karbon dan hidrogen terbang.

3.Protein: 
-Kuno   : menggunakan labu kildal.

Labu Kildal
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicziunMKxglYzOtdc8dF28FANZBRPhP4Z6_xqW4-CTgx8rDqVJc1aWRurz5k3Mq-Eai4YSNDPftqYTa9SeXe0j_No5hpE1Fw33h-fKkMp5KXsrqC3FRaxsMdtfc1nSXV-H_1IQCqgetV4/s200/images.jpg
-Modern: Lowry (kadar NH3 <amoniak> sebagai petunjuk protein)

Lowry
Sumber: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRPIn7Z60jvttFqGniksr__SMLjWVNsDXp9gnx688VjHDzzDwO8qg


4. Lemak: 
-Reaksi Saponifikasi(asam+basa-->sabun+air)
                  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr-UvuN6P_7p0YHyNwCSIeLDpyxJEzGOwm4h5QDAWgkLd7l2uEwejO-f7hTKRcgoTSpCztU0ywXfLYhu_JfEafjp2Yk_YCfY4LVGje-6IONE4mTvrKuqmtg7kGVFeh0s7RO3Uv620vqWd3/s1600/saponofikasi.jpg








                  

-Lemak pada kelapa(ekstrak santan dari kelapanya, panaskan (air menguap), tersisak                             minyak yang tidak laina adalah lemak.
-Lemak pada kedelai(menggunakan pelarut heksana).
-Lemak pada jagung(bagian inti jagung yaitu bagian yang terletak di antara penyambung                       bonggol dengan bulir jagung di ekstrak).
5. Karbohidrat: 
Bisa menggunakan pati, bisa menggunakan gula, bisa menggunakan polisakarida                                  karena karbohidrat bisa dalam berbagai bentuk.

Persyaratan menganalisa makanan: 
-Akurat
-Murah
-Cepat
-Sederhana
-Aman
-Efisien
-Non dekstruktif jika masih mau dipakai bisa diambil hanya sampelnya.
-Masuk akal( misalnya ada satu perusahaan biskuit yang bisa menghasilkan produknya sebanyak 1 ton/hari. Kemudian ada yang ingin menganalisa apa saja kadar yang ada pada biskuit dengan mengambil sampel 10 gram. Hal itu tidak dapat dilakukan karena 10 gram tidak dapat mewakili 1 ton). 

Berikut video penambah wawasan tentang mesin pemerah susu sapi.




Berikut video penambah wawasan tentang penyiapan dan penyajian makanan saat penerbangan


               Sekian post saya pada hari ini. Silahkan berikan komentar yang dapat membuat blog ini 
menjadi lebih baik kedepannya. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Ir. Albert 
Kuhon. Ms selaku dosen pengantar teknologi pangan yang telah memberikan silabus.

Sumber:
1. http://core.ac.uk/download/pdf/11720377.pdf 
2. https://www.youtube.com/watch?v=hmtDydK_K9g
3. https://www.youtube.com/watch?v=yex-WMaJTjg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar